Patuna Travel Layani Jamaah Umroh dan Haji

Metroheadline Jakarta – Industri perjalanan wisata (tour & travel) menjanjikan mampu mendatangkan hingga 14 juta wistawan mancanegara (wisman) pada 2019, atau 70% dari target kujungan wisman ke Indonesia yang ditetapkan pemerintah sebanyak 20 juta kunjungan.

“Sampai saat ini, kontribusi kami masih dalam mengatur perjalanan haji dan umroh. Kami yakin di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo target 20 juta wisman bisa tercapai asalkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah karena pada tahun 2016 sudah mencapai 15 juta wisman dan ini akan menjadi bergeliatnya industri travel umum termasuk travel umroh dan haji,” ujar Ketua Umum Asphurindo, H. Syam Refiadi di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Adanya dukungan penuh dari pemerintah akan mendorong industri travel lokal untuk bisa menjual produknya lebih baik lagi “Kalau kita dibantu juga saat promosi di berbagai negara, kami yakin lebih banyak lagi wisatawan asing datang ke Indonesia

H Syam menambahkan kami mempunyai umroh dan haji terutama di umroh kami sering mengirimkan jemaah ke Arab Saudi dan lanjutan kenegara lain dan itu menggunakan airline asing dan pada saat kepulangan banyak orang asing ke Indonesia enam kali dalam sehari.

“saat ini sudah 169 negara wisatawan masuk ke Indonesia dengan sistem keterbukaan visa dan transportasi keterbukaan ini.” ujar H. Syam yang juga menjabat President Director Patuna Travel

Terkait Berita tentang jamaah umrah yang terlantar sering menghiasi media massa, mereka harus terlunta-lunta tanpa kejelasan nasib akibat travel yang tidak bertanggung jawab“Ini sebenarnya masalah lama yang coba diungkit kembali disaat sedang ramai pemberitaan adanya biro travel yang gagal memberangkatkan jamaah umrahnya ke Tanah Suci,”

H. Syam mengakui hingga kini masih banyak umat Islam menunaikan ibadah umrah menggunakan asosiasi penyelenggara umrah ilegal. “Bagi yang menunaikan umrah menggunakan asosiasi ilegal sering menimbulkan masalah, bahkan ada yang tertipu dan ditelantarkan jamaahnya saat perjalanan,” katanya.

Untuk itu, ia memberikan pedoman “Lima Pasti Umrah” sebagai panduan singkat agar masyarakat tidak tertipu ketika umrah. Pertama,pastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Cek di www.haji.kemenag.go.id. Kedua, pastikan jadwal keberangkatan dan kepulangan, Ketiga, pastikan harga dan paket layanan yang ditawarkan. Keempat, pastikan hotel dan wilayah manalokasi penginapan dan kelima pastikan visa diterima dua tiga hari sebelum keberangkatan. (hdt)

Related posts

Leave a Comment