Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia ( IP-KI)

Metroheadline.id Jakarta – IP-KI sebagai organisasi masyarakat yang memiliki landasan idiil sebagaimana tercantum pada mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 yang dalam pada prakteknya berazaskan nilai-nilai Pancasila.

Didirikan sejak tahun 1954 oleh Jenderal Besar AH Nasution. Dalam rentang waktu hingga saat ini, usia organisasi IP-Kl yang terbilang cukup dewasa dibandingkan dengan organisasi masyarakat lainnya. Sudah semestinya mampu menjadi panutan dan acuan lembaga lain.

Menjadi panutan, bukan hanya karena usia, namun juga karena nilai keluhuran yang telah menjadi roh dan jiwa raga organisasi IP-KI dalam setiap pola tindak dan pola kata. lP-KI yang saat ini dipimpin oleh Bambang Sulistomo sebagai ketua umum terpilih Periode 2017-2022, diharapkan mampu menahkodai kapal “IP-KI” dalam melintasi ancaman, tantangan, hambatan dan Gangguan (ATHG) saat ini. Dengan dibantu Prof. Matondang sebagai Ketua Dewan Pembina, dimana semangat juang dan sikap patriotis beliau telah teruji oleh lintasan zaman, sudah pasti mampu memberikan jawaban dan solusi terhadap masalah di Republik ini.

“Saat ini ketika Ibu pertiwi menghadapi penderitaan, dimana tergerusnya sumber daya alam yang diperkosa oleh koorporasi tak bertanggung-jawab, kepedihan saudara sebiduk kita yang semakin hari berteriak kecukupan untuk makan. Namun terpinggirkan oleh kesenjangan dan tingginya animo perjuangan yang meng-atas namakan agama namun lupa untuk berbagi terhadap sesama serta bangkitnya paham-paham lama dengan kemasan baru yang berbenturan dengan cita-cita para pendiri Bangsa,” ujar Bambang Sulistomo, pada saat ‘Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI)’ di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Jum’at (22/12).

Bambang melanjutkan, IP-KI optimis untuk dapat menerapkan khazanah politik kebangsaan untuk dapat hadir ditengah masyarakat. Sebagaimana manifest IP-KI, stabilitas politik NKRI perlu dikembalikan ke arah Revolusi dan Cita-cita Proklamasi Bangsa. Guna membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kepercayaan diri sebagai bangsa yang berdaulat dan berkepribadian.

“Masalah dalam negeri, perlu diselesaikan dengan arif dan bijak, dikerjakan secara bertahap dan pasti, agar kiranya kedepan nanti Indonesia juga bisa kembali menjadi barometer dunia. Hal tersebut dibutuhkan upaya gotong-royong dari semua komponen negara disetiap tingkatan,” tegas Bambang.

Ia menambahkan, IP-KI berusaha untuk dapat menjadi “Solidarity maker”, agar dapat berperan membangun sinergitas dari Eksekutif dan Legislatif dengan tanpa kehilangan peran utama dari Yudikatif guna terciptanya “Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur”.

“Solidarity Maker dibutuhkan sebagai sinergitas antara Legislatif dan Eksekutif serta Yudikatif, untuk menciptakan Indonesia yang mereka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Bambang.(Pras)

Tinggalkan Balasan