Minggu ini, Pemerintah Akan Mentargetkan KSO Bandara Kertajati Final

Metroheadline.id Jakarta – Pekan ini kesepakatan mengenai Kerja Sama Operasi (KSO) pengelolaan Bandara Kertajati diputuskan. Hal ini diutarakan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Jumat ini, pemerintahan akan menyelesaikan kesepakatan KSO untuk tenggat waktu sekitar 17-20 tahun,” tegas Luhut usai memimpin rapat koordinasi lanjutan tentang pembangunan Bandara Kertajati di kantor Kemenko Maritim Jakarta, Rabu (17/1).

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan pihaknya mendorong perjanjian KSO ini segera disepakati. Dia mengatakan AP II telah mengalokasikan sekitar Rp 350-400 miliar untuk perpanjangan runway itu. Adapun pembangunan perpanjangan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Tenggat ini, kata Agus, sejalan dengan target Presiden Joko Widodo agar pada Juni 2018 Bandara Kertajati dapat memfasilitasi penerbangan haji.

“Ini yang menjadi kekhawatiran kami kalau tidak terlaksana. Pak Presiden mem-push entitas kami sebagai holder pengembang,” ungkap Agus saat di wawancarai usai acara tersebut.

Lebih lanjut kata Agus, molornya proyek juga dapat berdampak pada kucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah. Menurutnya pemerintah mensyaratkan terbentuknya KSO dan model pengembangan Bandara Kertajati yang jelas agar PMN dapat dikucurkan kepada AP II.

“Kami bersedia memberikan kerja sama dengan PMN dengan perjanjian bahwa itu akan di-develop lebih modern lagi,” ungkap Agus.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan pihaknya dan PT Angkasa Pura II telah melakukan simulasi keuangan untuk mencapai kesepakatan KSO dengan AP II. Virda mengakui mereka ingin mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

“Kan kerja sama itu perlu pemahaman dan kesamaan kedua belah pihak secara win-win,” ujar Virda.

Kesepakatan ihwal KSO ini berimbas pada pembangunan perpanjangan runway yang menjadi syarat agar Bandara Kertajati dapat digunakan untuk penerbangan haji (embarkasi). Kesepakatan, AP II bakal membangun 500 meter perpanjangan runway. Adapun runway yang telah terbangun saat ini adalah 2.500 meter dengan lebar 60 meter.

Seperti di ketahui sebelumnya, PT Angkasa Pura II dan PT BIJB belum sepakat ihwal tenggat kerja sama KSO Bandara Kertajati ini. PT BIJB meminta tenggat kerja sama dalam 5 tahun, sedangkan AP II menawar selama 20 tahun.

Tinggalkan Balasan