Perjuangan Seorang Ibu Dalam Film “Bunda Kisah Cinta 2 Kodi”

Metroheadline.id Jakarta – Setelah melalui proses panjang dalam pengerjaannya selama 10 bulan dan sudah diumumkan ke media pada 4 Maret 2017 lalu di Djakarta Theater Ballroom lalu, Film “BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” yang diproduksi oleh Inspira Pictures akhirnya siap tayang di layar bioskop mulai 8 Februari 2018.

Film karya Ali Eunoia dan Bobby Prasetyo ini terinspirasi dari kisah nyata, perjalanan hidup seorang perempuan tangguh dalam membangun usaha dan keluarga dan diangkat dari novel Asma Nadia berjudul “CINTA DUA KODI”.

Tika Kartika menjadi sosok yang menarik di mata Rendy Saputra, Produser Inspira Pictures. Bukan hanya karena sosok Tika Kartika adalah seorang pengusaha sukses, tapi karena ia merupakan sosok perempuan yang sangat menarik untuk dilihat di masa kini.

“Kisah perempuan tangguh ini sangat menginspirasi kami untuk diangkat ke layar lebar. Berdasarkan pengalaman hidup saya mengenal sosok Bunda Tika yang merupakan ibu angkat saya, saya melihat sosok ini punya potensi untuk diteladani semangatnya, spiritnya, ketekunannya, cara kerjanya serta ketegasannya. Bagaimana dia menyikapi berbagai masalah dan memberdayakan orang-orang di sekitar itu luar biasa sekali. Itulah yang menarik perhatian saya untuk mengangkat sosok ini ke layar lebar,” ungkap Rendy Saputra, selaku Produser dari Inspira Pictures.

Menjamurnya tema cinta yang banyak diangkat ke layar lebar, Inspira Pictures justru ingin mengangkat tema enterpreneurship yang digabungkan dengan tema muslimah yang saat ini sangat relevan di kalangan para wanita muda muslimah. “Film “BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” ini dikemas menjadi sebuah film yang memiliki jalinan tentang bisnis yang justru dekat dengan masyarakat luas, khususnya dengan kaum perempuan. Dan menjadi gambaran bahwa ternyata tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha apalagi pengusaha muslimah, di mana seorang wanita harus berdamai dengan aktivitasnya berikut rumah tangganya,” ujar Rendy.

Film“BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” merupakan produksi perdana dari rumah produksi Inspira Pictures dengan melibatkan sineas-sineas muda Indonesia,serperti All Eunoia dan Bobby Prasetyo, sebagai sutradara yang juga menuliskan skenarto film ini.

Sesuai dengan targetnya, yaitu perempuan muda serta pengusaha muslimah, Film “BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” pun tak lepas menggandeng sederet aktor muda Indonesia, seperti Acha Septriasa. Ario Bayu, Wulan Guritno, Sheila Dara, Arina Mindhisa, Shaquilla Nugraha,Mumu Gomez, Tri Yudiman, Inggrid Widjanarko, Budi Dalton dan lainnya.

Sebelum film ini diangkat ke layar lebar, cerita”CINTA 2 KODI“ ini sempat dibuat versi dokumenternya oleh sutradara muda Ali Eunoia. Dan ketika konsep film “CINTA 2 KODI” ini siap diangkat ke layar lebar, Ali kembali diberi kepercayaan untuk menggarap sekaligus mengembangkan skenarionya bersama dengan sahabatnya Bobby Prasetyo. Film yang sudah melalui proses syuting sejak 15 Maret 2017 lalu dan mengambil lokasi syuting dl Jakarta,Bogor dan Bandung.

Mempercayakan penyutradaraan film ini kepada dua sutradara muda, Ali dan Bobby menjadi warna baru bagi dunia perfilman Indonesia. “Ali sudah memiliki pengalaman yang kuat tentang sosok Bunda Tika karena sebelumnya Ali sudah membuat Film dokumenter tentang beliau. Jadi selama proses produksi film ini, Ali sudah memiliki riset, data, dan sudut pandang dari berbagai sisi yang cukup kuat untuk cerita. Sementara dari sisi fiksi, Bobby memiliki kekuatan untuk mengangkat kaidah rasa sehingga kolaborasi dua sutradara muda ini menjadi sangat menarik.Dan untuk mengimbanginya kami menghadirkan beberapa sineas senior, seperti Avesina Soebli selaku supervisi produksi serta Yadi Sugandi sebagai director of photography di film ini,”jelas Rendy.

Buat Ali dan Bobby sendiri, awal ditawarkan menyutradarai film merupakan tantangan yang menarik.

“Awalnya saya menyadari kapasitas dan keterbatasan saya yang secara background adalah seorang documentarian.Tetapi seketika Rendy mengutarakan gagasanya ingin membuat film fiksi, saya merasa cerita fakta tentang kehidupan Bunda yang menarik empati saya jika dibuat dalam versi fiksi akan jauh lebih enggaging dan mudah dikunyah oleh penonton. Berdasarkan kesamaan visi, saya dipercaya oleh Rendy untuk menulis dan menyutradarai film ini dengan melibatkan teman saya Bobby, seorang filmmaker indie dari Yogja yang lebih bergelut di dunia fiksi. Di satu sisi akan ada sebuah transfer knowledge antara saya dan Bobby. Dan project ini akan menjadi pembelajaran yang berharga untuk saya,” ungkap Ali Eunoia, sang sutradara.

“Banyak hal menarik dari cerita dalam film ini, terutama bagi saya adalah nilai-nilai woman empowermentnya. Tokoh utama kita adalah seorang pejuang mimpi sekaligus ibu dan seorang istri. Saya percaya semua orang akan merasa related dengan para tokoh dan permasalahan di sini. Karena ini film tentang keluarga indonesia. Ini film yg bercerita tentang problematika keluarga klta. Tentang Ibu dan Ayah kita,“ ujar Bobby Prasetyo.

Dalam pemilihan para pemain, para pembuat film tak memiliki kesulitan dalam proses pemilihan karakter.

“Sejak awal merancang film ini, sosok Acha sudah ada dalam pikiran saya untuk memerankan karakter Bunda Tika. Ada kemiripan fisik dan raut wajah di antara keduanya. Dan syukurnya, karakter ini diperankan sangat kuat, emosional dan di sini Acha sangat bisa menyerap energi seorang Bunda Tika,” ucap Rendy,antusias.

Tak hanya itu, film “BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” ini juga mengeluarkan original soundtrack dengan theme song berjudul “Yang Terbaik”, yang dinyanyikan oleh Hanin Dhiya. Lagu Hanin Dhiya ini diproduksi Warner Music Indonesia.

“Cerita film “BUNDA KISAH CINTA 2 KODI” ini selain memberikan hiburan tetapi juga memberikan asupan pesan tentang bagaimana mngatur komunikasi dengan keluarga. Yang akan dirasakan setelah menonton kita akan menjadi lebih hangat kepada keluarga,” ucap Ali.

“Harapan kami sederhana, penonton akan menyukai film ini. Terhibur dengan lantunan alur ceritanya, namun juga mendapatkan impresi atau tergerak secara emosional ketika menangkap pesan dari film ini. Terutama para Ibu bekerja yang mungkin menghadapi masalah yang sama, film ini saya pikir sangat layak untuk ditonton bersama keluarga,” tutup Bobby. (iis)

Tinggalkan Balasan