POLRES METRO JAKARTA UTARA GULUNG SINDIKAT JARINGAN PEREDARAN SABU 250 KG DAN MENYITA UANG 3 MILYAR

Metroheadline.id Jakarta -Tujuh pengedar shabu ditangkap aparat Polres Jakarta Utara dari beberapa lokasi di Jakarta. Mengelabui polisi, para pelaku menggunakan truk yang mengangkut mesin cuci, kasur, atau cat tembok untuk menyamarkan narkoba yang diangkut.

Wakapolres Jakarta Utara AKBP Efried Richard Maith mengatakan salah satu gudang narkoba jenis shabu yang digerebek di wilayah Parung Bogor Jawa Barat.

Gudang tersebut dijadikan tempat penimbunan narkoba untuk kemudian diedarkan ke sejumlah tempat di Jakarta, salah satunya di Jakarta Utara.

“Dalam pengangkutannya mereka menggunakan mesin cuci, kasur, atau cat sebagai alat kamuflase dalam mengedarkan narkoba,” terang Efried di Mapolres Jakarta Utara, Senin (5/2).

Awal penggerebakan sendiri bermula ketika pihaknya mendapat informasi gudang tersebut sering terlihat keluar masuk truk yang membawa mesin cuci, kasur, atau cat ke dalam gudang.

”Truk colt diesel mereka kamuflase seolah-olah truk datang membawa mesin cuci, kasur, atau cat. Padahal di dalam barang-barang itu terdapat shabu ratusan kilogram dibungkus lagi dengan kemasan the warna hijau, kuning, dan krem,” pungkas Efried.

Dari keterangan para pelaku terungkap kalau gudang tersebut pernah menampung 250 Kg selama bulan Desember 2017 dan Januari 2018. ”Truk yang datang mengantar secara bertahap selalu menggunakan modus yang sama,” tegasnya.

Selanjutnya, shabu diedarkan dari dalam gudang menggunakan mobil jenis Suzuki APV yang mengangkut sekitar 20 Kg shabu untuk sekali angkut. Selanjutnya, pengantar shabu dan penerima shabu membuat janji bertemu di suatu tempat.

Kemudian di lokasi pertemuan, penjual akan meninggalkan mobil berisi 20 Kg shabu lengkap dengan kunci kontak mobil, STNK mobil, dan BPKP mobil diletakkan di dashboard mobil. Antara pengirim maupun pemesan tidak saling kenal karena hanya berhubungan melalui ponsel.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

”Dari tujuh pelaku yang kami amankan, kami sita 2 kilogram shabu dan uang tunai Rp 2,77 miliar. Saat ini penyidikan masih kami kembangkan untuk mengungkap dari mana shabu-shabu itu berasal, dan siapa saja pemesannya selama ini,” terang Efried.

Tinggalkan Balasan