Jakarta, 23 Oktober 2026 – Nama Thet Htar Thuzar memiliki tempat tersendiri di hati pencinta bulu tangkis Indonesia meskipun dirinya bukan atlet yang berasal dari Tanah Air. Pebulu tangkis tunggal putri Myanmar tersebut dikenal berkat penampilannya di berbagai turnamen internasional, termasuk Olimpiade Tokyo 2020. Selain memiliki paras menawan, Thet Htar Thuzar juga menarik perhatian melalui perjuangan dan dedikasinya dalam mengembangkan bulu tangkis di negaranya. Popularitasnya di Indonesia meningkat setelah bertanding melawan Gregoria Mariska Tunjung pada ajang Olimpiade yang berlangsung pada 2021. Sejak saat itu, atlet asal Myanmar tersebut mendapatkan banyak dukungan dari penggemar Indonesia, terutama melalui media sosial.
Thet Htar Thuzar lahir di Yangon, Myanmar, pada 15 Maret 1999 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan olahraga bulu tangkis. Kedua orang tuanya memiliki pengalaman sebagai pemain bulu tangkis, sementara sang ayah, Tun Tun Zaw, pernah menjadi juara nasional Myanmar. Kedekatan dengan olahraga tersebut membuat Thet mulai mengenal raket dan kok sejak berusia tujuh tahun. Bakatnya kemudian berkembang melalui latihan yang dilakukan secara konsisten dengan bimbingan keluarga. Dukungan sang ayah menjadi salah satu faktor penting yang membantunya membangun kemampuan hingga mampu bersaing dalam turnamen internasional.
Perjalanan Thet menuju panggung dunia tidak berlangsung mudah karena bulu tangkis belum memiliki dukungan sebesar negara-negara kuat seperti Indonesia, China, Jepang, dan Korea Selatan. Pada awal karier internasionalnya, ia bahkan harus menggunakan dana pribadi untuk mengikuti berbagai turnamen di luar negeri. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan pertandingan membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Meski menghadapi keterbatasan, Thet tetap berusaha meningkatkan kualitas permainan dengan mengikuti kompetisi di berbagai negara. Kesempatan memperoleh dukungan melalui program pengembangan bulu tangkis Asia kemudian membantu memperluas pengalaman serta membuka jalan menuju Olimpiade.
Kerja keras Thet mulai membuahkan hasil ketika dirinya berhasil meraih sejumlah gelar dalam turnamen kategori internasional. Salah satu pencapaian pentingnya adalah menjuarai Egypt International 2018 yang menjadi bagian dari perkembangan karier profesionalnya. Ia kemudian mengumpulkan prestasi lain melalui berbagai turnamen di Afrika, termasuk Uganda, Kenya, Mauritius, Benin, dan Pantai Gading. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuannya bersaing menghadapi pemain dari berbagai negara meskipun berasal dari negara yang belum dikenal sebagai kekuatan utama bulu tangkis dunia. Pengalaman mengikuti banyak pertandingan juga membantu meningkatkan kepercayaan dirinya ketika menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Momen paling bersejarah dalam karier Thet Htar Thuzar terjadi ketika dirinya berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan pada 2021. Ia mencatatkan sejarah sebagai pebulu tangkis pertama Myanmar yang tampil dalam ajang Olimpiade. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian besar setelah bertahun-tahun menjalani latihan dan mengikuti turnamen untuk mengumpulkan poin kualifikasi. Dalam fase grup, Thet bertemu Gregoria Mariska Tunjung dan harus mengakui keunggulan wakil Indonesia dengan skor 11-21 dan 8-21. Walaupun gagal meraih kemenangan, penampilannya justru membuat namanya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.
Setelah pertandingan melawan Gregoria, akun media sosial Thet Htar Thuzar ramai dikunjungi penggemar bulu tangkis dari Indonesia. Banyak warganet memberikan komentar positif, pujian, serta dukungan agar dirinya tetap bersemangat melanjutkan karier. Perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisiknya, tetapi juga sikap ramah dan perjuangannya sebagai atlet dari negara berkembang dalam olahraga bulu tangkis. Thet bahkan pernah mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak pesan langsung dari penggemar Indonesia melalui Instagram. Sambutan hangat tersebut membuat hubungan antara atlet Myanmar itu dan pencinta bulu tangkis Indonesia semakin dekat.
Kedekatan Thet dengan Indonesia juga terlihat dari keikutsertaannya dalam berbagai turnamen yang diselenggarakan di Tanah Air. Ia pernah tampil pada Kejuaraan Dunia Junior 2017, Indonesia Open 2023, serta sejumlah turnamen Indonesia Masters. Kehadirannya di Istora Senayan kerap mendapatkan perhatian dari penonton yang telah mengenal sosoknya melalui pertandingan internasional dan media sosial. Pada Indonesia Masters 2024, Thet sempat menyampaikan harapannya untuk bertemu kembali dengan penggemar Indonesia. Meskipun langkahnya terhenti pada babak kualifikasi setelah kalah dari Huang Yu-Hsun asal Taiwan, dukungan penonton tetap menjadi bagian menarik dari perjalanan kariernya.
Thet Htar Thuzar juga kembali mewakili Myanmar pada Olimpiade Paris 2024, memperpanjang catatan penampilannya di ajang olahraga terbesar dunia. Pengalaman tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mempertahankan karier internasional di tengah persaingan tunggal putri yang semakin ketat. Bagi penggemar Indonesia, Thet bukan sekadar atlet asing yang pernah menghadapi Gregoria Mariska Tunjung, melainkan sosok yang menunjukkan kegigihan dalam mengejar impian. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa keterbatasan fasilitas dan dukungan tidak selalu menghalangi seorang atlet untuk mencapai panggung dunia. Popularitas yang diperolehnya di Indonesia sekaligus membuktikan bahwa olahraga bulu tangkis mampu membangun kedekatan dan persahabatan antarmasyarakat dari negara berbeda.