Jakarta, 30 September 2026 – Carlo Ancelotti kembali memberikan dukungan kepada Vinicius Junior di tengah sorotan terhadap performa penyerang Real Madrid tersebut pada awal musim 2026/2027. Pelatih tim nasional Brasil itu mengakui Vinicius belum mencapai permainan terbaiknya, tetapi menilai kualitas sang pemain tidak perlu diragukan. Vinicius baru mencetak satu gol dalam delapan penampilan bersama Real Madrid musim ini, sementara klubnya berada di posisi keempat klasemen La Liga dengan 15 poin. Meski statistik tersebut berada di bawah standar yang biasa diperlihatkannya, Ancelotti tetap menempatkan Vinicius sebagai pemain penting dalam rencana Brasil. Hubungan panjang keduanya membuat pelatih asal Italia tersebut memahami karakter dan kemampuan Vinicius lebih dalam dibandingkan hanya melihat performanya dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kepercayaan Ancelotti kembali terlihat setelah Brasil mengalahkan Australia 4-2 dalam pertandingan persahabatan di Brisbane pada Selasa. Vinicius memang tidak mendominasi pertandingan sepanjang 90 menit, tetapi tetap memberikan kontribusi penting ketika Brasil membutuhkan perbedaan di lini depan. Ia terlibat dalam proses terciptanya gol ketiga sebelum kemudian mencetak gol melalui tendangan penalti untuk memastikan kemenangan Brasil. Bagi Ancelotti, momen tersebut menunjukkan bahwa Vinicius masih mampu memengaruhi hasil pertandingan meskipun sedang tidak berada dalam performa terbaik. Kemampuan menghasilkan momen menentukan itulah yang menjadi salah satu alasan Ancelotti memilih bersabar.
Faktor lain yang membuat Ancelotti terus memberikan dukungan adalah pengalaman panjang mereka ketika bekerja bersama di Real Madrid. Pelatih asal Italia tersebut kembali menangani Madrid pada 2021 dan kemudian membantu Vinicius berkembang menjadi salah satu pemain ofensif terpenting klub. Dalam periode itu, Vinicius menjadi bagian dari tim yang meraih dua gelar Liga Champions dan dua gelar La Liga. Ia juga mencetak gol kemenangan dalam final Liga Champions 2022 menghadapi Liverpool serta kembali mencetak gol pada final 2024 melawan Borussia Dortmund. Pengalaman tersebut memberikan Ancelotti gambaran mengenai kemampuan Vinicius ketika berada dalam kondisi terbaiknya.
Ancelotti bahkan menggambarkan Vinicius sebagai pemain yang memiliki tempat penting dalam perjalanan karier sepak bolanya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan sang pelatih tidak hanya didasarkan pada reputasi pemain, tetapi juga pengalaman langsung selama bertahun-tahun menangani Vinicius. Ancelotti mengetahui bagaimana pemain Brasil itu merespons tekanan, melewati periode sulit, dan kemudian kembali menghasilkan performa menentukan. Karena itu, penurunan performa pada awal musim tidak serta-merta mengubah penilaiannya terhadap sang penyerang. Ia memilih memberikan waktu kepada Vinicius untuk menemukan kembali ritme terbaiknya.
Dukungan tersebut juga berkaitan dengan rencana jangka panjang Brasil. Ancelotti sebelumnya menempatkan Vinicius bersama Raphinha, Estevao dan Endrick sebagai bagian dari generasi pemain yang diharapkan menjadi fondasi tim nasional dalam beberapa tahun mendatang. Brasil sedang membangun skuad untuk menghadapi Copa America 2028 dan Piala Dunia 2030 setelah perjalanan mereka pada Piala Dunia 2026 berakhir di babak 16 besar. Dalam proses regenerasi tersebut, pengalaman pemain seperti Vinicius tetap dianggap penting untuk mendampingi sejumlah pemain muda. Ancelotti karena itu tidak ingin membuat keputusan besar hanya berdasarkan penurunan performa dalam periode singkat.
Persaingan di lini depan Brasil memang semakin ketat karena beberapa pemain lain sedang menunjukkan perkembangan positif. Raphinha, misalnya, memasuki periode internasional September dengan produktivitas jauh lebih tinggi dibandingkan Vinicius di level klub. Ancelotti mengakui perbedaan kondisi kedua pemain tersebut, tetapi tidak menjadikannya alasan untuk mengesampingkan Vinicius. Pendekatan sang pelatih lebih menekankan bagaimana kemampuan individu dapat dikombinasikan dengan kerja kolektif tim. Dengan demikian, Vinicius tetap mempunyai ruang untuk mengembalikan performanya tanpa harus kehilangan kepercayaan dari pelatih tim nasional.
Dukungan Ancelotti pada akhirnya berangkat dari keyakinannya bahwa kualitas Vinicius tidak hilang hanya karena pemain tersebut mengalami periode sulit. Sang pelatih telah menyaksikan langsung bagaimana Vinicius berkembang, mencetak gol pada pertandingan besar, dan menjadi pemain menentukan selama mereka bekerja bersama di Madrid. Kontribusinya dalam kemenangan atas Australia kembali memberikan contoh bahwa ia masih mampu mengubah pertandingan meskipun belum mencapai level permainan terbaik. Brasil selanjutnya menghadapi India di Kolkata pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan Vinicius kembali memiliki kesempatan membangun momentum positif. Bagi Ancelotti, memberikan kesabaran sekarang merupakan bagian dari upaya mengembalikan salah satu pemain penting Brasil ke performa terbaiknya.