London, 21 September 2026 – Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Fulham pada lanjutan Premier League 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu, 20 September 2026. Setan Merah bahkan harus menunggu hingga menit-menit akhir pertandingan untuk menyelamatkan satu poin. Gol bunuh diri Lisandro Martinez membuat Fulham unggul lebih dahulu pada menit ke-63 sebelum Matheus Cunha menyamakan kedudukan pada menit ke-89. Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Manchester United setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Manchester City dan Brighton & Hove Albion. Manajer Michael Carrick mengakui hasil yang diperoleh timnya belum sesuai harapan. Namun, ia menilai penampilan melawan Fulham memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan ketika United menghadapi Manchester City.
Manchester United sebenarnya mendapatkan cukup banyak kesempatan untuk membuka keunggulan pada babak pertama. Bruno Fernandes menjadi salah satu pemain yang paling dekat mencetak gol ketika usahanya membentur tiang gawang. Tim tamu mampu menghasilkan banyak percobaan, tetapi penyelesaian akhir belum cukup efektif untuk mengubah dominasi tersebut menjadi gol. Kiper Fulham Bernd Leno juga melakukan beberapa penyelamatan penting yang menggagalkan peluang United. Carrick menilai performa Leno menjadi salah satu faktor timnya gagal membawa pulang tiga poin. United akhirnya memasuki ruang ganti tanpa gol meskipun mendapatkan sejumlah kesempatan sepanjang 45 menit pertama.
Situasi berubah pada awal babak kedua ketika Fulham mampu memberikan tekanan lebih besar. Tuan rumah memanfaatkan menurunnya intensitas permainan Manchester United dan mulai mendapatkan ruang untuk menyerang. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-63 melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez. Bek asal Argentina tersebut gagal mengantisipasi bola setelah kiper Senne Lammens sebelumnya melakukan penyelamatan terhadap serangan Fulham. Bola kemudian masuk ke gawang sendiri dan membuat United berada dalam posisi tertinggal. Gol tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap Carrick yang datang ke Craven Cottage dengan kebutuhan besar untuk mendapatkan kemenangan.
Carrick mengakui Manchester United sempat mengalami periode permainan yang tidak cukup baik setelah jeda. Namun, ia tidak sepenuhnya menerima penilaian bahwa para pemainnya tampil tanpa energi sepanjang babak kedua. Menurutnya, United masih memperlihatkan kemauan untuk mengejar pertandingan hingga menit terakhir. Carrick juga membandingkan situasi tersebut dengan kekalahan 0-1 dari Manchester City pada pertandingan liga sebelumnya. Dalam derby Manchester itu, United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah pada babak pertama. Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil yang membuat tekanan terhadap Carrick meningkat pada awal musim ini.
Carrick menilai konteks pertandingan melawan Fulham berbeda karena Manchester United mampu menciptakan peluang dalam jumlah besar. Setan Merah tercatat melepaskan 29 percobaan sepanjang pertandingan, sedangkan Fulham menghasilkan 12 tembakan. Masalah terbesar United berada pada efektivitas ketika memasuki area pertahanan lawan. Sejumlah peluang gagal dimaksimalkan, sementara Leno tampil solid ketika dibutuhkan. Carrick merasa timnya telah melakukan cukup banyak hal untuk mendapatkan kemenangan meskipun hasil akhir tidak mencerminkan hal tersebut. Ia juga menekankan pentingnya mengubah peluang menjadi gol agar situasi serupa tidak terus berulang.
Upaya Manchester United akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-89. Matheus Cunha melepaskan tembakan dari luar kotak penalti setelah menerima bola dari Patrick Dorgu. Bola mengalami perubahan arah setelah mengenai pemain Fulham sehingga membuat Leno kesulitan melakukan penyelamatan. Gol tersebut membawa skor menjadi 1-1 sekaligus menghindarkan United dari kekalahan ketiga secara beruntun di semua kompetisi. Cunha menjadi salah satu pemain penting dalam usaha Setan Merah mempertahankan satu poin dari Craven Cottage. Meski demikian, hasil imbang tetap belum cukup untuk meredakan pertanyaan mengenai konsistensi permainan United pada awal musim.
Sebelum menghadapi Fulham, Manchester United menjalani dua pertandingan yang berakhir mengecewakan. Mereka kalah 0-1 dari Manchester City di Premier League sebelum tersingkir dari Carabao Cup setelah takluk 2-3 dari Brighton. Kekalahan melawan Brighton terasa semakin menyakitkan karena United sebelumnya sempat memimpin dua gol. Rangkaian tersebut membuat hasil melawan Fulham menjadi penting untuk menghentikan tren negatif. United memang berhasil menghindari kekalahan, tetapi kembali gagal memperoleh kemenangan. Dalam tiga pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, pasukan Carrick kini mencatat dua kekalahan dan satu hasil imbang.
Performa pada awal babak kedua juga mendapatkan sorotan karena Fulham terlihat lebih agresif dibandingkan tim tamu. Mantan kapten Manchester United Gary Neville menilai periode sekitar 15 menit setelah turun minum menjadi salah satu fase terburuk yang diperlihatkan United. Fulham mampu memenangi sejumlah duel dan membuat lini tengah Setan Merah kehilangan kendali permainan. Data pertandingan juga menunjukkan pemain Fulham menempuh jarak sekitar 6,6 kilometer lebih banyak dibandingkan United. Cunha setelah pertandingan mengakui timnya sempat kehilangan energi dan tidak mampu menyamai intensitas tuan rumah. Carrick memiliki pandangan berbeda dan menekankan bahwa karakter tim tetap terlihat melalui respons mereka menjelang akhir pertandingan.
Hasil imbang tersebut membuat Manchester United mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan pertama Premier League musim 2026/2027. Mereka baru mencatat satu kemenangan dan masih berada di paruh bawah klasemen. Catatan tersebut jelas berbeda dibandingkan periode awal Carrick ketika mengambil alih tim pada musim sebelumnya. Saat itu, mantan gelandang United tersebut mampu membawa tim mendapatkan hasil positif secara beruntun dan akhirnya mengamankan tiket Liga Champions. Performa tersebut menjadi salah satu alasan Carrick mendapatkan kesempatan melanjutkan pekerjaannya di Old Trafford. Namun, awal musim baru memperlihatkan tantangan berbeda yang harus segera diselesaikan.
Carrick memilih tidak terlalu larut dalam tekanan setelah Manchester United kembali kehilangan poin. Ia menilai perjalanan musim masih panjang dan meminta timnya fokus memperbaiki kekurangan yang terlihat dalam lima pertandingan pertama. Kekalahan dari Manchester City, kegagalan mempertahankan keunggulan melawan Brighton, dan hasil imbang menghadapi Fulham menjadi rangkaian yang menunjukkan United masih membutuhkan konsistensi. Efektivitas penyelesaian peluang dan kemampuan menjaga intensitas selama 90 menit menjadi dua aspek yang perlu diperbaiki. Setelah jeda internasional, Manchester United dijadwalkan kembali menjalani Premier League dengan menghadapi Tottenham Hotspur pada 10 Oktober 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Carrick dan pasukannya untuk mengakhiri periode tanpa kemenangan sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.