Jakarta, 1 September 2026 – Nama Nilson Rojas menjadi perhatian setelah petarung asal Peru tersebut kalah KO dari Bilal Hasan dalam debutnya di UFC. Pertarungan kelas flyweight itu berlangsung pada UFC Fight Night di Shanghai, China, Sabtu (29/8/2026). Rojas harus mengakui keunggulan Bilal setelah terkena pukulan keras pada ronde kedua menit 2:28. Kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam karier profesional Rojas setelah sebelumnya membukukan sembilan kemenangan tanpa kekalahan. Meski gagal dalam debut UFC, Rojas datang dengan rekam jejak yang cukup meyakinkan sebelum tampil di panggung organisasi MMA terbesar dunia.
Rojas memiliki julukan “El Rayo” dan berasal dari Lima, Peru. Petarung berusia 27 tahun itu memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter dan bertarung di kelas flyweight dengan batas berat 125 pound atau sekitar 56,7 kilogram. Ia berlatih di Pitbull Martial Arts Center dan memiliki gaya bertarung freestyle. Sebelum mendapatkan kesempatan tampil di UFC, Rojas telah menjalani karier profesional sejak Juli 2018. Perjalanan tersebut sempat mengalami jeda panjang dari September 2019 hingga Oktober 2022, sebelum ia kembali aktif bertanding dan melanjutkan kariernya di dunia MMA.
Salah satu kekuatan utama Rojas adalah kemampuan menyelesaikan pertarungan melalui serangan. Dari sembilan kemenangan profesional yang ia raih sebelum bertemu Bilal, tujuh di antaranya berakhir dengan KO atau TKO. Empat kemenangan bahkan didapat pada ronde pertama, sedangkan dua lainnya terjadi pada ronde kedua dan satu kemenangan melalui penyelesaian pada ronde ketiga. Rekor tersebut membuat Rojas dikenal sebagai petarung yang memiliki kekuatan pukulan dan kemampuan mengakhiri pertarungan lebih awal. Ia juga mengaku mengidolakan sejumlah petarung dengan kemampuan striking kuat, termasuk Conor McGregor, Ilia Topuria, dan Edson Barboza.
Sebelum mendapatkan kesempatan debut di UFC, Rojas menjalani pertandingan terakhirnya pada 22 Juli 2026 menghadapi Gonzalo Hanampa dalam ajang Inka 59 – Guerra en Sudamerica. Rojas memenangkan pertarungan tersebut melalui keputusan mutlak setelah menjalani tiga ronde. Kemenangan itu datang hanya sekitar lima pekan sebelum ia tampil menghadapi Bilal Hasan di Shanghai. Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Rojas karena ia datang ke UFC dengan momentum kemenangan dan rekor profesional 9-0. Namun, debut di panggung UFC akhirnya memberikan tantangan yang jauh lebih berat karena Bilal juga datang dengan catatan sempurna.
Pertarungan melawan Bilal menjadi pertemuan dua petarung yang sama-sama belum pernah kalah sebelum masuk oktagon. Rojas berstatus 9-0, sedangkan Bilal datang dengan rekor 9-0 setelah mendapatkan kontrak UFC melalui ajang Dana White’s Contender Series. Pada ronde pertama, Rojas mampu bertahan dari tekanan Bilal dan membuat pertandingan berlanjut ke ronde kedua. Namun, pada ronde kedua, Bilal menemukan momentum dan melepaskan pukulan kanan yang tepat sasaran hingga membuat Rojas terjatuh. Wasit kemudian menghentikan pertarungan pada menit 2:28 ronde kedua dan memberikan kemenangan KO kepada Bilal.
Kekalahan tersebut membuat rekor profesional Rojas kini berubah menjadi 9 kemenangan dan 1 kekalahan. Menariknya, seluruh kekalahan Rojas datang melalui KO atau TKO, sementara tujuh dari sembilan kemenangannya juga diraih dengan metode serupa. Artinya, sebagian besar pertandingan Rojas memang berakhir melalui pertarungan striking dan penyelesaian sebelum keputusan juri. Meski demikian, hasil debut di UFC tidak serta-merta menghapus rekam jejaknya sebagai salah satu petarung Peru yang berhasil mencapai roster UFC. Rojas masih berusia 27 tahun sehingga peluang untuk bangkit dan kembali bertanding di organisasi tersebut masih terbuka.
Di luar arena, perjalanan Rojas menuju UFC juga cukup menarik. Ia pernah bekerja di bidang konstruksi, menjadi pengantar barang, hingga mencuci piring sebelum sepenuhnya menekuni dunia pertarungan. Rojas mengatakan bahwa dirinya mulai berlatih bertarung ketika masih muda karena sering terlibat masalah. Kini, selain menjalani karier sebagai petarung profesional, ia juga bekerja sebagai instruktur MMA pada waktu luangnya. Ia memiliki ambisi untuk membantu perkembangan olahraga tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Bagi Rojas, kekalahan dari Bilal menjadi bagian penting dari perjalanan pertamanya di UFC. Bilal sendiri memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 10-0 setelah mencatat kemenangan KO atas Rojas dan kini memiliki delapan kemenangan melalui KO. Sementara Rojas harus kembali melakukan evaluasi, terutama setelah menghadapi petarung dengan kecepatan dan akurasi pukulan seperti Bilal. Dengan pengalaman debut di UFC yang sudah dimiliki, Rojas masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan membangun kembali momentum. Pertarungan berikutnya akan menjadi penentu apakah “El Rayo” mampu bangkit dan mempertahankan posisinya di level tertinggi MMA dunia.