Jakarta, 10 Mei 2026 – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah dengan persentase mencapai 87 persen. Capaian tersebut disebut sebagai hasil dari kerja sama berbagai pihak dalam menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurut Menag, peningkatan indeks kerukunan menunjukkan bahwa masyarakat semakin mampu hidup berdampingan secara harmonis meski memiliki latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang berbeda. Ia menilai kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persaudaraan nasional terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Menag juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu contoh negara dengan kehidupan antarumat beragama yang relatif stabil di tengah berbagai tantangan global. Di banyak negara, konflik sosial berbasis identitas masih menjadi persoalan serius, sementara Indonesia dinilai mampu menjaga keseimbangan melalui dialog dan budaya gotong royong.
Pemerintah disebut terus mendorong berbagai program moderasi beragama, pendidikan toleransi, serta penguatan komunikasi antar tokoh agama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, peran masyarakat dan organisasi keagamaan juga dianggap sangat penting dalam menciptakan suasana damai di lingkungan masing-masing.
Capaian angka 87 persen tersebut mendapat perhatian karena dianggap mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Menag berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang saling menghormati.
Meski demikian, Menag mengingatkan bahwa tantangan menjaga kerukunan tetap ada, terutama di era digital ketika penyebaran informasi provokatif dapat terjadi sangat cepat. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan.
Dengan tingginya tingkat kerukunan tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat terus menjadi simbol toleransi dan perdamaian di mata dunia. Nilai keberagaman yang selama ini dijaga diharapkan mampu memperkuat persatuan nasional sekaligus mendukung stabilitas sosial dan pembangunan negara.