Jakarta, 10 Mei 2026 – Menteri Agama Nasaruddin Umar menceritakan proses awal dirinya meyakinkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk membangun Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Menurut Menag, gagasan tersebut lahir dari keinginan menghadirkan simbol nyata kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Menag menjelaskan bahwa ide pembangunan terowongan itu awalnya muncul sebagai bagian dari penataan kawasan rumah ibadah bersejarah di pusat ibu kota. Ia kemudian menyampaikan kepada Jokowi bahwa hubungan harmonis antara Istiqlal dan Katedral memiliki pesan kuat bagi dunia mengenai toleransi dan keberagaman di Indonesia.
Menurutnya, Presiden Jokowi langsung menunjukkan ketertarikan terhadap konsep tersebut karena dinilai tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga makna sosial dan kebangsaan yang sangat besar. Terowongan itu kemudian diwujudkan sebagai jalur penghubung yang memudahkan mobilitas sekaligus menjadi simbol persaudaraan lintas agama.
Menag menilai keberadaan Terowongan Silaturahmi kini telah menjadi salah satu ikon toleransi Indonesia yang banyak mendapat perhatian dari tamu-tamu internasional. Banyak delegasi luar negeri disebut kagum melihat dua rumah ibadah besar yang berdiri berdampingan dengan hubungan yang harmonis.
Selain sebagai akses penghubung fisik, terowongan tersebut juga dianggap merepresentasikan semangat dialog dan kerja sama antarumat beragama yang selama ini dijaga di Indonesia. Menag berharap nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar kehidupan masyarakat tetap damai di tengah keberagaman.
Pembangunan Terowongan Silaturahmi juga disebut menjadi bagian dari renovasi besar Masjid Istiqlal yang dilakukan pemerintah beberapa tahun terakhir. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi ruang publik religius sekaligus destinasi wisata toleransi yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Kisah di balik pembangunan terowongan ini kembali mengingatkan pentingnya simbol persatuan dalam kehidupan berbangsa. Di tengah berbagai tantangan sosial dan perbedaan yang ada, Indonesia dinilai mampu menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan nasional.