Jakarta, 4 Mei 2026 – Anggota DPR RI Misbakhun mengungkap peran entitas bernama Danantara dalam upaya menekan besaran potongan yang dibebankan oleh aplikator kepada pengemudi ojek online (ojol). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Menurut Misbakhun, potongan yang selama ini diterapkan oleh aplikator kerap menjadi keluhan para pengemudi. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan mitra.
Danantara disebut berperan dalam mendorong efisiensi sistem serta transparansi dalam pembagian pendapatan. Dengan adanya pengawasan dan pendekatan yang lebih terstruktur, diharapkan potongan dapat ditekan ke tingkat yang lebih wajar.
Isu ini menjadi perhatian karena menyangkut jutaan pekerja di sektor ekonomi digital. Ojol merupakan salah satu tulang punggung layanan transportasi dan logistik di Indonesia.
Sejumlah perwakilan pengemudi menyambut baik upaya tersebut. Mereka berharap kebijakan yang diambil dapat benar-benar berdampak pada peningkatan pendapatan.
Di sisi lain, pihak aplikator juga diharapkan dapat terbuka terhadap evaluasi sistem yang ada. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan mitra pengemudi dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat.
Pengamat ekonomi digital menilai bahwa regulasi yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan tenaga kerja. Transparansi menjadi kunci utama dalam hubungan antara aplikator dan mitra.
Selain itu, pemerintah diharapkan dapat terus memantau perkembangan sektor ini agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan. Kebijakan yang adaptif dinilai penting dalam menghadapi dinamika ekonomi digital.
Dengan adanya dorongan dari berbagai pihak, diharapkan sistem pembagian pendapatan di sektor ojol dapat lebih adil dan berkelanjutan.
Ke depan, peran Danantara dalam isu ini akan terus menjadi perhatian, terutama dalam memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi para pengemudi.