Jakarta, 10 September 2026 – Persija Jakarta menambah kekuatan lini serang menjelang berlanjutnya Super League 2026/2027 dengan mendatangkan penyerang asal Kroasia, Ivan Mamut. Pemain berusia 29 tahun tersebut meninggalkan NK Varazdin untuk melanjutkan kariernya bersama Macan Kemayoran. Kepindahan Mamut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang sejak awal September mengenai penyerang asing tambahan yang tengah diburu Persija. Kehadirannya memberikan lebih banyak pilihan kepada pelatih Shin Tae-yong dalam menyusun lini depan sepanjang musim. Persija sebelumnya telah memiliki Alexander Jeremejeff sebagai salah satu ujung tombak utama.
Kepindahan Mamut ke Indonesia sebelumnya telah dikonfirmasi oleh NK Varazdin. Klub kasta tertinggi Liga Kroasia tersebut menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Persija mengenai transfer sang penyerang. Pelatih Varazdin, Nikola Safaric, juga sempat mengungkapkan Mamut sedang menyelesaikan proses administrasi kepindahan sehingga tidak lagi masuk dalam rencana tim. Setelah seluruh proses tersebut berjalan, perjalanan karier Mamut berlanjut ke sepak bola Indonesia. Persija menjadi klub Asia Tenggara berikutnya yang diperkuat pemain kelahiran Split, Kroasia, tersebut.
Mamut datang dengan modal performa cukup menjanjikan bersama Varazdin. Sejak bergabung pada 2025, penyerang bertinggi sekitar 192 sentimeter tersebut mencatat 36 penampilan dengan kontribusi 14 gol dan enam assist. Ia juga mempunyai peranan dalam keberhasilan Varazdin menempati posisi ketiga kompetisi domestik Kroasia musim lalu. Pencapaian tersebut membantu klub mendapatkan kesempatan kembali bermain dalam kualifikasi kompetisi Eropa. Statistik itu menjadi salah satu gambaran kemampuan Mamut sebagai penyerang yang tidak hanya mengandalkan postur tubuh.
Pada awal musim 2026/2027, produktivitas Mamut juga masih terlihat. Ia telah tampil tujuh kali bersama Varazdin sebelum proses transfer menuju Persija berlangsung. Dari jumlah tersebut, Mamut menghasilkan tiga gol dan dua assist dalam 525 menit permainan. Dua pertandingan di antaranya dijalani pada babak kualifikasi UEFA Conference League. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa memberikan tambahan kualitas bagi Persija yang membutuhkan penyerang dengan pengalaman menghadapi pertandingan berintensitas tinggi.
Nilai transfer Mamut juga menjadi perhatian. Sejumlah laporan dari Kroasia menyebut Varazdin mendapatkan sekitar 500 ribu euro atau berada di kisaran Rp10 miliar dari kepindahan tersebut. Angka tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Persija sehingga tetap perlu diperlakukan sebagai nilai yang beredar dalam laporan transfer. Mamut sebenarnya masih mempunyai kontrak bersama Varazdin hingga 2028. Kondisi tersebut membuat Persija harus mencapai kesepakatan dengan klub Kroasia tersebut sebelum memboyongnya ke Jakarta.
Varazdin berpotensi mendapatkan keuntungan cukup besar dari transfer tersebut karena sebelumnya memperoleh Mamut tanpa biaya transfer. Sang pemain bergabung dengan Varazdin pada Juli 2025 setelah mengakhiri perjalanannya bersama Terengganu FC. Dalam waktu sekitar satu musim, performanya mampu meningkatkan nilai sekaligus menarik perhatian Persija. Bagi Varazdin, keputusan melepas Mamut menjadi bagian dari dinamika transfer setelah sang pemain memberikan kontribusi penting pada musim sebelumnya. Sementara bagi Persija, biaya tersebut merupakan investasi untuk memperkuat salah satu posisi penting dalam skuad.
Mamut bukan sosok yang sepenuhnya asing dengan sepak bola Asia Tenggara. Sebelum kembali bermain di Kroasia, ia pernah memperkuat Terengganu FC di Malaysia selama sekitar dua setengah tahun. Bersama klub tersebut, Mamut mencatat 23 gol dari 35 pertandingan di berbagai kompetisi. Pengalaman itu dapat menjadi keuntungan ketika dirinya harus beradaptasi dengan cuaca, karakter permainan dan perjalanan antarkota di Indonesia. Meski kompetisi Indonesia mempunyai tantangan berbeda, pengalaman sebelumnya setidaknya membuat proses adaptasinya tidak dimulai sepenuhnya dari nol.
Persija kini mempunyai dua penyerang asing dengan karakter fisik kuat setelah sebelumnya merekrut Alexander Jeremejeff. Penyerang asal Swedia tersebut juga memiliki tinggi sekitar 192 sentimeter dan membawa pengalaman panjang bermain di Eropa. Jeremejeff pernah menjadi pencetak gol terbanyak Liga Swedia serta bermain di Swedia, Jerman, Belanda dan Yunani sebelum menuju Jakarta. Kehadiran Mamut membuat Shin Tae-yong mempunyai beberapa kemungkinan dalam menentukan komposisi lini serang. Keduanya dapat bersaing mendapatkan posisi utama maupun digunakan bersama apabila Persija membutuhkan pendekatan permainan yang lebih agresif.
Persaingan tersebut berpotensi memberikan keuntungan bagi Macan Kemayoran karena musim kompetisi masih panjang. Shin Tae-yong membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi perubahan kondisi pemain, cedera, akumulasi kartu maupun kebutuhan taktik berbeda pada setiap pertandingan. Mamut mempunyai kemampuan bermain sebagai penyerang tengah dengan kekuatan fisik yang dapat digunakan untuk menahan bola dan berduel dengan bek lawan. Produktivitasnya bersama Varazdin juga menunjukkan dirinya mampu memberikan kontribusi melalui penyelesaian akhir. Adaptasi terhadap kecepatan dan karakter Super League akan menentukan seberapa cepat kualitas tersebut dapat terlihat bersama Persija.
Kedatangan Mamut juga menambah kuat nuansa Kroasia di dalam skuad Persija. Sebelumnya Macan Kemayoran telah memiliki Denis Kolinger, bek tengah asal Kroasia yang direkrut untuk memperkuat pertahanan. Kolinger dikontrak selama dua musim dan diharapkan memberikan stabilitas melalui postur serta pengalaman kepemimpinannya. Selain itu, Persija mempunyai Stjepan Loncar yang berasal dari Bosnia dan Herzegovina serta sejumlah pemain asing dari Eropa dan Asia. Komposisi tersebut memperlihatkan keseriusan klub membangun skuad yang mempunyai kedalaman lebih baik pada musim 2026/2027.
Momentum kedatangan Mamut berdekatan dengan pertandingan besar Persija menghadapi Persib Bandung. Macan Kemayoran dijadwalkan menjamu rivalnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 15.30 WIB. Namun, peluang Mamut langsung tampil akan sangat bergantung pada penyelesaian administrasi, pendaftaran pemain, kondisi fisik serta keputusan tim pelatih. Persija tentu tidak perlu memaksakan pemain baru tampil apabila proses adaptasinya belum selesai. Shin Tae-yong sebelumnya juga memilih menyerahkan pengumuman mengenai pemain asing tambahan sepenuhnya kepada manajemen klub.
Persija mengawali Super League musim ini dengan hasil positif setelah mengalahkan Borneo FC Samarinda 1-0 di Stadion Segiri pada 5 September. Tiga poin dari laga tandang tersebut memberikan modal penting sebelum menghadapi Persib. Meski menang, Shin Tae-yong menilai permainan timnya masih mempunyai banyak ruang untuk berkembang. Kehadiran Mamut dapat memberikan solusi tambahan terutama ketika Persija membutuhkan variasi dalam penyelesaian serangan. Kompetisi internal di lini depan juga berpotensi mendorong setiap pemain mempertahankan performa terbaik untuk mendapatkan menit bermain.
Transfer Ivan Mamut pada akhirnya menunjukkan ambisi Persija membangun lini depan yang lebih kompetitif sepanjang Super League 2026/2027. Rekam jejak 14 gol dan enam assist dalam 36 penampilan bersama Varazdin, ditambah pengalaman bermain di Malaysia, menjadi modal yang dibawanya ke Jakarta. Kehadiran Mamut bersama Jeremejeff memberikan Shin Tae-yong opsi berbeda dalam menentukan struktur serangan Macan Kemayoran. Tantangan berikutnya adalah memastikan sang penyerang dapat beradaptasi cepat dengan tim dan kompetisi Indonesia. Jika produktivitasnya dari Kroasia dapat dipertahankan, Mamut berpotensi menjadi tambahan penting bagi Persija dalam persaingan menuju papan atas musim ini.