Jakarta, 18 September 2026 – Video rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan seorang wanita ditendang dari belakang ketika sedang mengantre makanan di Senayan City, Jakarta Pusat, viral di media sosial dan kini ditangani kepolisian. Dalam rekaman tersebut, korban yang mengenakan pakaian putih terlihat berdiri di depan sebuah gerai makanan bersama sejumlah pengunjung lain. Seorang pria berbaju hitam tampak duduk di belakang korban sambil menyantap makanan. Tanpa terlihat adanya interaksi yang jelas sebelumnya dalam potongan video yang beredar, pria tersebut tiba-tiba mengarahkan tendangan ke bagian belakang tubuh korban. Tendangan itu membuat korban terpental ke depan dan terjatuh hingga mengenai orang yang berada di antrean. Polsek Metro Tanah Abang telah mengetahui kejadian tersebut dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di area gerai makanan Senayan City pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB. Rekaman CCTV kemudian beredar luas di media sosial beberapa hari setelah kejadian dan menarik perhatian warganet. Video memperlihatkan situasi yang awalnya berlangsung seperti aktivitas pengunjung mal pada umumnya, dengan korban berdiri dalam antrean sementara pria di belakangnya berada di tempat duduk. Beberapa saat kemudian, pria tersebut terlihat menendang korban secara mendadak. Korban kehilangan keseimbangan dan tersungkur ke arah depan. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan yang kini diperiksa polisi untuk mendalami dugaan tindak kekerasan yang terjadi.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan jajarannya telah memonitor video yang beredar dan mengambil sejumlah langkah awal. Personel kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan sekaligus mencari informasi mengenai insiden tersebut. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kejadian. Pemeriksaan rekaman penting karena video yang tersebar di media sosial hanya memperlihatkan bagian tertentu dari peristiwa. Aparat membutuhkan rangkaian informasi yang lebih utuh untuk mengetahui kronologi serta mengidentifikasi pihak yang terlibat. Penyelidikan masih berjalan sehingga motif tindakan pria dalam rekaman tersebut belum dapat disimpulkan.
Setelah menendang korban, pria dalam rekaman terlihat berteriak ke arah wanita tersebut. Namun, isi perkataan pria itu tidak terdengar jelas dalam video yang beredar sehingga belum dapat dipastikan apa yang disampaikan. Korban kemudian meninggalkan lokasi setelah mengalami tindakan tersebut. Rekaman yang beredar tidak menunjukkan korban melakukan perlawanan terhadap pria itu. Teman korban yang menyampaikan penjelasan di media sosial menyebut korban mengalami syok setelah mendapat serangan secara tiba-tiba. Kondisi tersebut juga menjadi alasan korban belum segera menjalani proses pelaporan kepada kepolisian setelah kasusnya mendapat perhatian luas.
Polisi telah menghubungi salah satu teman korban untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai peristiwa tersebut. Petugas juga mengimbau agar korban membuat laporan polisi sehingga penanganan perkara dapat dilanjutkan berdasarkan keterangan dan bukti yang tersedia. Hingga keterangan terakhir disampaikan, korban belum membuat laporan karena disebut masih mengalami syok atau trauma. Polisi tetap melakukan langkah awal dengan memeriksa lokasi serta CCTV yang tersedia. Keterangan korban nantinya dapat membantu penyidik memahami situasi sebelum, ketika, dan setelah tindakan tersebut terjadi. Pemeriksaan terhadap pihak lain yang mengetahui kejadian juga dapat digunakan untuk melengkapi informasi yang diperoleh dari rekaman kamera pengawas.
Di tengah viralnya rekaman tersebut, muncul pula berbagai spekulasi mengenai latar belakang kejadian. Salah satu isu yang beredar di media sosial mengaitkan korban dengan dugaan pencopetan. Teman korban membantah spekulasi tersebut dan menyatakan terdapat pengunjung lain di sekitar antrean yang mengetahui kejadian serta bersedia menjadi saksi apabila kasus ditindaklanjuti. Informasi mengenai tuduhan pencopetan tersebut sejauh ini tidak didukung keterangan resmi kepolisian dalam laporan yang tersedia. Karena penyelidikan masih berlangsung, motif tindakan pria dalam video juga belum diumumkan secara resmi. Aparat perlu mengandalkan pemeriksaan saksi, CCTV, dan keterangan para pihak sebelum menentukan konstruksi perkara secara lebih lengkap.
Manajemen Senayan City turut memberikan tanggapan setelah rekaman kejadian menyebar luas. Pengelola mal menyatakan mengutamakan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung serta siap bekerja sama dengan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Manajemen juga menyampaikan keprihatinan atas ketidaknyamanan yang dialami wanita dalam kejadian tersebut. Pada saat yang sama, pihak mal menyatakan menghormati privasi semua pihak yang terlibat dan mendukung keputusan pihak terkait dalam penyelesaian perkara. Pernyataan tersebut disampaikan ketika polisi telah melakukan pengecekan terhadap lokasi kejadian. Kerja sama pengelola mal dapat membantu penyelidikan terutama dalam penyediaan rekaman kamera pengawas dan informasi lain yang berkaitan dengan aktivitas di lokasi.
Rekaman CCTV menjadi bagian penting dalam perkara ini karena dapat membantu aparat mengidentifikasi pria yang terlihat melakukan tindakan tersebut sekaligus menelusuri rangkaian kejadian sebelum dan sesudahnya. Polisi belum mengumumkan identitas pria yang berada dalam video maupun status hukumnya. Karena itu, penyebutan pelaku dalam tahap ini tetap perlu ditempatkan sebagai pria yang diduga melakukan tindakan kekerasan berdasarkan rekaman yang sedang diselidiki. Aparat juga belum menyampaikan adanya penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Penentuan status hukum memerlukan proses pemeriksaan berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh penyidik. Langkah kepolisian saat ini masih berfokus pada pengecekan tempat kejadian, pemeriksaan CCTV, serta komunikasi dengan pihak korban.
Kasus ini mendapat perhatian luas karena tindakan tersebut terjadi secara tiba-tiba di area publik yang sedang dipenuhi pengunjung. Korban terlihat berada dalam antrean makanan ketika mendapat tendangan dari arah belakang sehingga tidak mempunyai banyak kesempatan untuk mengantisipasi tindakan tersebut. Penyebaran video kemudian memunculkan berbagai komentar, termasuk pertanyaan mengenai alasan korban tidak melakukan perlawanan. Keterangan yang disampaikan pihak yang mengenal korban menyebut wanita tersebut mengalami keterkejutan dan memilih meninggalkan tempat kejadian. Reaksi seseorang ketika menghadapi kejadian mendadak dapat berbeda-beda sehingga kondisi korban tetap perlu dihormati selama proses penanganan berlangsung. Kepolisian juga telah memberikan kesempatan kepada korban untuk membuat laporan ketika kondisinya memungkinkan.
Penyelidikan terhadap insiden di Senayan City tersebut kini menunggu perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan laporan resmi dan keterangan langsung dari korban. Polisi telah memiliki rekaman CCTV serta melakukan pengecekan tempat kejadian sebagai langkah awal untuk menyusun kronologi. Identitas dan motif pria yang terlihat menendang korban belum diumumkan sehingga masyarakat diminta tidak membangun kesimpulan berdasarkan spekulasi yang beredar di media sosial. Manajemen mal juga menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang apabila informasi tambahan diperlukan. Keterangan saksi di sekitar lokasi dapat menjadi bagian penting untuk melengkapi bukti visual yang sudah diperoleh. Hasil penyelidikan kepolisian nantinya akan menentukan langkah hukum berikutnya dalam kasus dugaan kekerasan yang telah menjadi perhatian publik tersebut.