Jakarta, 4 September 2026 – Proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie mulai memasuki tahap awal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah keduanya sepakat mengakhiri rumah tangga secara baik-baik. Di tengah proses tersebut, persoalan hak asuh putra mereka, Anzel Maverick Xie, telah dibicarakan dan disepakati sebelum gugatan perceraian diajukan. Berdasarkan kesepakatan kedua pihak, hak asuh anak akan berada di tangan Anthony Xie. Meski demikian, keputusan tersebut tidak membuat Audi kehilangan kesempatan untuk bertemu, mendampingi, maupun menjalankan perannya sebagai ibu. Keduanya memilih tetap bekerja sama dalam pengasuhan agar perceraian tidak mengganggu hubungan anak dengan kedua orang tuanya.
Kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, menjelaskan keputusan mengenai hak asuh tersebut merupakan hasil pembicaraan Audi dan Anthony yang dilakukan sebelum perkara perceraian masuk ke pengadilan. Tidak ada perselisihan mengenai siapa yang nantinya akan menjadi pemegang hak asuh karena keduanya telah mencapai kesepakatan bersama. Anzel selama ini juga disebut lebih banyak tinggal bersama Anthony setelah pasangan tersebut memutuskan berpisah rumah. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pengaturan pengasuhan setelah perceraian. Meski hak asuh secara hukum diarahkan kepada Anthony, Audi tetap diberikan akses penuh untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama putranya.
Pihak Audi juga menegaskan keputusan menyerahkan hak asuh kepada Anthony bukan sesuatu yang dibuat secara mendadak. Kesepakatan tersebut telah melalui pertimbangan panjang setelah keduanya memutuskan bahwa hubungan sebagai suami dan istri tidak dapat dipertahankan. Audi disebut menerima keputusan tersebut dan tetap akan terlibat dalam kehidupan serta tumbuh kembang Anzel. Dengan demikian, pengaturan hak asuh lebih berkaitan dengan kepastian mengenai pihak yang secara hukum bertanggung jawab atas pengasuhan utama. Dalam praktiknya, Audi dan Anthony tetap berkomitmen menjalankan pola pengasuhan bersama sehingga anak tidak kehilangan kehadiran salah satu orang tuanya.
Anthony juga tidak memberikan batasan khusus mengenai waktu maupun kesempatan Audi bertemu dengan Anzel. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang telah dibuat kedua pihak ketika membicarakan penyelesaian rumah tangga mereka. Audi tetap memiliki kebebasan untuk berinteraksi dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu sepanjang dilakukan berdasarkan komunikasi antara keduanya. Kesepakatan semacam ini dipilih karena mereka ingin menempatkan kepentingan anak sebagai salah satu prioritas selama menjalani perceraian. Keduanya berharap berakhirnya hubungan perkawinan tidak berubah menjadi konflik mengenai pengasuhan yang dapat memberikan tekanan terhadap kondisi anak.
Anthony sebagai pemegang hak asuh juga menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan Anzel hingga dewasa. Persoalan nafkah anak tidak menjadi tuntutan tersendiri dalam gugatan perceraian karena kebutuhan tersebut selama ini disebut telah ditanggung Anthony. Ia akan tetap bertanggung jawab terhadap berbagai kebutuhan putranya, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga aspek yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari pembicaraan kedua pihak sebelum proses perceraian resmi berjalan. Pengaturan yang telah disepakati diharapkan membuat persoalan mengenai anak tidak menjadi bagian yang diperdebatkan selama proses persidangan berlangsung.
Selain hak asuh, Audi dan Anthony juga tidak mempermasalahkan pembagian harta bersama dalam proses perceraian mereka. Keduanya telah sepakat tidak saling menuntut harta gana-gini setelah rumah tangga berakhir. Harta yang dimiliki selama perkawinan disebut akan diarahkan untuk kepentingan anak mereka. Kesepakatan tersebut memperlihatkan bahwa kedua pihak berusaha menyelesaikan berbagai konsekuensi perceraian sebelum perkara berkembang menjadi perselisihan yang lebih panjang. Dengan sejumlah persoalan utama telah dibicarakan terlebih dahulu, proses di pengadilan diharapkan lebih berfokus pada penyelesaian status perkawinan mereka.
Audi dan Anthony diketahui telah menjalani kehidupan secara terpisah sebelum gugatan perceraian resmi diajukan. Keputusan untuk berpisah rumah menjadi bagian dari proses panjang sebelum keduanya akhirnya menyimpulkan bahwa perceraian merupakan pilihan yang akan ditempuh. Selama periode tersebut, Anzel berada bersama Anthony sehingga pola pengasuhan yang berjalan saat ini bukan sepenuhnya kondisi baru bagi keluarga mereka. Audi tetap berkomunikasi dan memiliki hubungan dengan anak meskipun tidak lagi tinggal dalam rumah yang sama dengan Anthony. Kondisi itulah yang kemudian ingin dipertahankan setelah perceraian selesai agar perubahan dalam kehidupan keluarga tidak memutus hubungan anak dengan ibunya.
Sidang perdana perceraian Audi dan Anthony dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 3 September 2026. Keduanya datang bersama ke pengadilan sebagai bentuk bahwa proses perpisahan dijalankan tanpa konflik terbuka. Namun, persidangan belum dapat berlangsung sesuai agenda karena majelis hakim yang menangani perkara sedang berhalangan sehingga sidang harus ditunda hingga pekan berikutnya. Penundaan tersebut tidak mengubah kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat kedua pihak mengenai perceraian maupun pengasuhan anak. Audi dan Anthony masih akan mengikuti tahapan hukum berikutnya sesuai jadwal yang ditetapkan pengadilan.
Kehadiran keduanya secara bersama-sama juga menjadi gambaran mengenai hubungan yang masih dijaga meskipun rumah tangga mereka akan berakhir. Pihak kuasa hukum menyampaikan Audi dan Anthony memang ingin menyelesaikan perceraian tanpa pertikaian berkepanjangan. Berbagai persoalan yang berpotensi menjadi sengketa telah dibicarakan sebelum gugatan diajukan sehingga proses hukum diharapkan dapat berjalan lebih tenang. Pendekatan tersebut juga dilakukan untuk mengurangi dampak perceraian terhadap Anzel. Bagi keduanya, perubahan status sebagai pasangan tidak berarti mengakhiri tanggung jawab mereka sebagai orang tua.
Mengenai penyebab perceraian, pihak Audi menyebut terdapat ketidakcocokan yang membuat hubungan keduanya akhirnya sulit dipertahankan. Namun, detail mengenai persoalan rumah tangga tidak dibuka secara luas karena menjadi bagian dari kehidupan pribadi mereka. Pihak Audi juga membantah adanya kaitan antara keputusan perceraian dengan isu orang ketiga yang berkembang di tengah masyarakat. Penyelesaian rumah tangga disebut merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan dalam waktu cukup panjang. Karena itu, kedua pihak memilih tidak memperbesar persoalan dengan saling menyampaikan tudingan mengenai kehidupan pribadi masing-masing.
Audi Marissa dan Anthony Xie menikah pada 12 September 2020 setelah menjalani hubungan sebelum akhirnya memutuskan membangun rumah tangga. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra bernama Anzel Maverick Xie yang lahir pada April 2021. Kehadiran Anzel kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses perpisahan keduanya. Setelah hampir enam tahun menjalani pernikahan, Audi kemudian mengambil langkah hukum untuk mengakhiri hubungan perkawinan mereka. Meski keputusan tersebut mengubah kehidupan keluarga, keduanya tetap ingin mempertahankan hubungan yang baik demi kepentingan anak.
Pengaturan hak asuh yang telah disepakati juga diharapkan memberikan kepastian mengenai kehidupan Anzel setelah perceraian kedua orang tuanya. Anak akan tetap berada dalam pengasuhan utama Anthony, sementara Audi dapat terus menjalankan perannya tanpa pembatasan pertemuan. Komunikasi antara kedua orang tua akan menjadi bagian penting agar pengasuhan bersama dapat berjalan secara konsisten. Kesepakatan tersebut membutuhkan komitmen jangka panjang karena kebutuhan anak akan terus berubah seiring pertumbuhannya. Karena itu, hubungan yang tetap baik antara Audi dan Anthony menjadi penting meskipun keduanya nantinya tidak lagi berstatus sebagai pasangan suami istri.
Keputusan untuk tidak memperebutkan hak asuh maupun harta bersama membuat proses perceraian Audi dan Anthony berbeda dari perkara rumah tangga yang berkembang menjadi sengketa panjang. Fokus keduanya saat ini adalah menyelesaikan status perkawinan melalui mekanisme pengadilan sekaligus menjaga kestabilan kehidupan anak. Anthony akan menjalankan tanggung jawab sebagai pemegang hak asuh dan memenuhi kebutuhan Anzel, sementara Audi tetap memiliki ruang penuh untuk terlibat dalam pengasuhan. Pengaturan tersebut telah dibicarakan sebelum gugatan diajukan sehingga masing-masing pihak memahami tanggung jawabnya. Kesepakatan itu juga diharapkan dapat terus dijalankan setelah pengadilan memberikan keputusan mengenai perceraian mereka.
Proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie kini masih menunggu persidangan berikutnya setelah agenda perdana harus ditunda. Meski status perkawinan mereka belum resmi diputus pengadilan, berbagai persoalan penting mengenai kehidupan setelah perceraian telah mencapai kesepakatan. Hak asuh Anzel akan berada di tangan Anthony, tetapi Audi tetap mempunyai akses penuh dan akan terus terlibat dalam pengasuhan putranya. Keduanya juga tidak menjadikan harta bersama maupun nafkah anak sebagai sumber perselisihan karena telah menentukan penyelesaiannya terlebih dahulu. Dengan pendekatan tersebut, Audi dan Anthony berharap dapat menyelesaikan hubungan sebagai pasangan secara baik-baik sekaligus mempertahankan kerja sama sebagai orang tua demi tumbuh kembang anak mereka.