Jakarta, 14 Mei 2026 – Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkap adanya petunjuk baru dalam penyelidikan kecelakaan maut kereta api di wilayah Bekasi Timur. Temuan tersebut diperoleh setelah tim investigasi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sistem persinyalan, kondisi lintasan, serta data operasional kereta yang terlibat dalam insiden.
Menurut KNKT, proses investigasi masih terus berlangsung dan fokus utama saat ini adalah mengumpulkan seluruh data teknis untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan mencakup analisis perangkat pengaman perjalanan kereta, komunikasi petugas, hingga kemungkinan faktor manusia dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur sebelumnya menimbulkan perhatian luas karena menyebabkan korban jiwa dan gangguan besar terhadap perjalanan kereta api. Insiden tersebut juga memicu evaluasi terhadap keselamatan perlintasan dan sistem operasional transportasi rel di kawasan padat penduduk.
Tim investigasi disebut telah memeriksa sejumlah saksi serta melakukan pengujian terhadap perangkat yang berkaitan dengan perjalanan kereta sebelum kecelakaan terjadi. KNKT menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara independen untuk memastikan hasil investigasi dapat memberikan gambaran objektif mengenai penyebab insiden.
Pengamat transportasi menilai investigasi menyeluruh sangat penting agar hasil temuan dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan perkeretaapian nasional. Mereka juga menekankan perlunya peningkatan pengawasan perlintasan, modernisasi sistem persinyalan, dan edukasi keselamatan masyarakat guna mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.